Seperti kau yang mendongak pada biru langit dengan bisik,
"Diam diam ya. Jangan muram dulu. Jemuran ibu nun masih membasah."
Aku juga pamit kalau kau juga bisa berbisik begitu,
"Perlahan lahan ya. Tuhan ada. Percaya."
Kalau tidak masakan kau mempertaruh jemuran ibu seawal temu mata dan hari.
Kerana percaya. Bukan?
No comments:
Post a Comment